Saya Malu…..

Saya Malu…. Ketika Allah mempertemukan saya dengan Pak Sumadhi, pemilik Kios BBM eceran di Samping Kantor Pos kota Semarang. Meskipun usianya yang melebihi setengah abad, tapi semangatnya untuk survive sangat luar biasa. Bahkan, beliau masih kuat mengayuh sepedanya yang di kanan kirinya terikat jurigen minyak 20 literan, hanya untuk mendapatkan bensin dari pom bensin terdekat. Kemudian saya menerawang…… tertunduk malu, sembari mengingat beberapa hal yang membuat saya down, hopeless plus males beberapa tahun yang lalu. Sangat malu……

Saya Malu…… Ketika seorang kawan dari Lembaga Zakat di Kota Cilegon memberitahu saya bahwa ada sebuah desa yang letaknya tidak jauh dari tempat saya bekerja ternyata termasuk desa tertinggal, bahkan untuk MCK dan Fasilitas Air bersih pun tidak ada, hanya bergantung dari sungai dangkal yang membelah desa …….. Saya pun semakin malu, takut kalau Allah tak lagi memperhatikan saya akibat kelalaian saya untuk memperhatikan orang – orang disekitar saya…..

Saya Malu….. Ketika keinginan untuk membeli buku telah tercapai, tapi kesempatan dan kemauan untuk selalu dekat dengan buku tidak tercapai….. Sampai – sampai ada beberapa buku yang belum terbaca, bahkan cenderung ke arah mubazir… Dan mubazir selalu berteman dengan Syetan… Astaghfirullah…..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.